Skip to main content

Filosofi

Daun Dadap
Pemilihan Nama Bregodo Dadap Serep diambil dari jenis tanaman yang tumbuh subur di pulau Jawa. Dengan ciri sangan mencolok yatu tanaman ini pada setiap tangkai berisi 3 helai daun. Sebagai lambang penyebutan yaitu Tri Hita Karana.

Tri Hita Karana berasal dari bahasa sansekerta dari kata Tri yang berarti tiga, Hita berarti sejahtera dan Karana berarti penyebab. Pengertian Tri Hita Karana adalah tiga hal pokok yang menyebabkan kesejahteraan dan kemakmuran hidup manusia.

Secara leksikal Tri Hita Karana berarti tiga penyebab kesejahteraan. (Tri = tiga, Hita = sejahtera, Karana = penyebab). Pada hakikatnya Tri Hita Karana mengandung pengertian tiga penyebab kesejahteraan itu bersumber pada keharmonisan hubungan antara:
a. Manusia dengan Tuhannya.
b. Manusia dengan alam lingkungannya.
c. Manusia dengan sesamanya.

Dengan kata lain tujuan dibentuknya Bregodo Dadap Serep ini dapat menjalin, memupuk, dan mempererat keharmonisan ke-3 hubungan yaitu manusia dengan Tuhannya, alam sekitar serta sesamanya (semua anggota).

Bregodo Dadap Serep adalah bregodo rakyat yang mengacu pada Bregodo Keraton Yogyakarta dengan berbagai pengembangan baik dari penggunaan warna sebagai identitas, gendhing yang digunakan, gerakan prajurit, seragam dll namun masih mengacu pada adat keraton seperti aba-aba, panji, senjata dan lain sebagainya.

Source :
Tavong Kusuma - Konsep  Tri Hita Karana
URL : http://tavongkusuma.blogspot.com/2012/11/konsep-tri-hita-karana-dalam-mewujudkan.html
Image :
Waroeng Tradisional

Popular posts from this blog

Mengenal Keris Gaya Yogyakarta

Mari mengenal lebih banyak perbedaan antara keris Jogja dan keris Solo. Sebagian besar masyarakat tidak bisa membedakan antara keris gaya Yogyakarta/Jogja dengan keris gaya Surakarta/Solo. Bukan untuk mengetahui mana yang terbaik tapi agar kita tahu lebih dalam tentang peralatan wajib ini. Keris dapat kita miliki dengan mudah baik itu gaya solo maupun gaya jogja. Untuk keperluan perlengkapan, bregodo Dadap Serep menggunakan gaya Yogyakarta/Jogja. Namun ada bergodo yang menggunakan gaya Surakarta/Solo. Semua kembali pada minat anggotanya. Ada dua jenis keris yaitu keris bragah dan keris gayaman. Berikut ini ulasan kami tentang perbedaan keris kedua gaya tersebut. 1. Tipe Bragah Gaya Yogyakarta/Jogja Gaya Surakarta/Solo 2. Jenis Gayaman Keris Gayaman Gaya Yogyakarta/Jogja Keris Gayaman Gaya Surakarta/Solo Sumber : Galeri Omah Nara

Apa itu Bregodo Keprajuritan Keraton?

Sejarah menyebutkan bahwa bregodo pada jaman dahulu berfungsi sebagai pasukan militer kerajaan dengan tugas dan tanggung jawabnya masing-masing sesuai perintah raja. Namun sekarang bregodo keraton merupakan simbol adat dan budaya jawa khususnya Kasultanan Ngayogyakarta. Bregodo berarti pasukan atau prajurit, sedangkan bregodo keraton merupakan pasukan atau prajurit dalam sebuah kerajaan (keraton). Ada berbagai macam bregodo sesuai tugas dan fungsinya. Nah, untuk mengetahui lebih lanjut tentang macam-macam bregodo sesuai tugan dan tanggung jawabnya, mari kita bahas bersama. Prajurit-prajurit tersebut masih ada hingga saat ini. Bahkan di Yogyakarta beberapa wilayah diberi nama sesuai kesatuan prajurit tersebut dan dahulu dipergunakan sebagai basis atau asrama militer pasukan kraton. Berikut nama-nama kesatuan prajurit Kraton Yogyakarta yang tetap bertahan hingga saat ini. Berdasar kepemilikan Bregodo dapat dikelompokkan menjadi 3 yaitu 'Bregodo Keraton, Bregodo Kepatih...

Peserta Upacara Bendera Peringatan HUT RI 73 dengan Menggunakan Adat Jawa

Dalam rangka peringatan HUT RI ke 73, kami bergodo Dadap Serep diundang oleh ketua desa budaya desa margoagung untuk mengikuti kegiatan upacara bendera memperingati HUT RI ke 73 dengan menggunakan bahasa, adat dan kebudayaan jawa. dalam acara tersebur diikuti oleh 11 anggota bergodo se desa margoagung dan beberapa perwakilan bergodo dari wilayah kecamatan disekitar. Nama kegiatan : Peserta kirab dan peserta peringatan HUT RI ke 73 dengan menggunakan adat, bahasa dan budaya jawa Waktu : 17 Agustus 2018 pukul 08.00-10.30 WIb Lokasi: Dusun Banyuurip, Margoagung, Seyegan Sleman Peserta : Bergodo se Desa Margoagung, beserta bergodo tamu dengan 11 kelompok bergodo, Dukuh se Desa Mg. Agung, Lurah dan perwakilan Pemerintah Kecamatan,